dibuang sayang...

danu's posts with tag: ethical

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Posted by danu on Jun 16, '08 7:17 AM for everyone
cerita mengenai orang kecil atawa bukan pesohor atawa terkenal atawa ngetop sudah banyak beredar di dunia maya maupun dalam kehidupan keseharian. maksudnya kisah bagaimana orang-orang ini diperlakukan dengan sesuka hati 'oleh orang-orang besar'. adalah pramuwisma paruh waktu di rumah saya yang bercerita dengan ikhlas mengenai rencana pernikahan putranya. saya kutipkan dialognya:
-- bagaimana persiapan nikahnya bu?
++ ya, gitulah... (pasrah, resah, seperti mengeluh)
-- gitu gimana bu...
++ ya... (enggan untuk bercerita)
setelah setengah dipaksa dan dirayu-rayu (halah), barulah si ibu bercerita bahwa untuk mengurus administrasi atau pencatatan pernikahan di kantor urusan agama ia harus mengeluarkan biaya yang jelas-jelas di luar tarif resmi. di tingkat birokrasi paling bawah alias rukun tetangga ia sudah dikenakan tarif sesuka hati. dan, ini jelas sekali tidak bisa ditawar-tawar. aka... kalo lo mau ya segitu, kalo gak ya gak usah kawin.
-- loh, ibu gak protes?
++ yah, orang kecil kayak saya bu. kalau macam-macam nanti malah dikucilin.
pasrah. tak mampu menggugat. inilah yang dialami si ibu. cerita mirip adalah ini.
Berurusan dengan pesohor yang punya akses besar dalam pemberitaan di media massa telah membawa kesulitan tersendiri bagi para petugas ambulans.
betapa karena bukan pesohor alias orang kecil, petugas ambulans harus mengalami sesuatu yang jelas-jelas tak mengenakkan. untungnya, masih ada pesohor yang mau membantu untuk menyuarakan suara mereka.

dari foto di atas ada yang menarik buat saya. coba perhatikan baik-baik yang berkacak pinggang: apa iya karena yang sedang menggelar konperensi pers adalah orang-orang kecil lantas si reporter atau kamerawati itu boleh bertolak pinggang dengan santainya?

ah, itu kan biasa. jangan-jangan hanya saya sendiri yang berlebih-lebihan menilai sebuah foto. (foto dipinjam dari sini

Posted by danu on Apr 28, '08 5:23 AM for everyone
eits, jangan berprasangka dulu bahwa ada hari dimana 'keluarga berencana' bebas ditiadakan. bukan, bukan itu maksudnya. tapi yang dimaksud adalah 'hari bebas kendaraan bermotor' alias hbkb yang mempunyai payung hukum berupa perda. dan, menurut bplhd provinsi jakarta hbkb mempunyai tujuan:
Perlu dipahami oleh masyarakat ibukota bahwa tujuan terlaksananya HBKB Sudirman-Thamrin tidak hanya sebagai salah satu cara untuk pemulihan kualitas udara tetapi juga sebagai salah satu wahana masyarakat ibukota untuk dapat berolahraga, berkesenian dan beraktifitas sosialisasi lainnya dengan tidak mengeluarkan biaya.
sama sekali tidak mengeluarkan biaya tentunya tidak ya. artinya kita tetap harus merogoh kocek juga, semisal, ingin minum soft drink atau mengunyah gorengan. kecuali tujuan kita ke sudirman hingga thamrin adalah semata untuk berjalan kaki atau bersepedaria. (lagipula dengan berbelanja kita turut beramal, halah, kok jadi ngebahas yang lain :d).

tapi kalau anda lelah bersepeda atau berjalan kaki, cerdaskan pikiran di hbkb juga bisa kok.
Selain dapat berteduh dari sengatan matahari, pengunjung juga bisa menambah pengetahuan dengan membaca buku di sana. Selain itu, tak usah takut gerah karena stand ini dilengkapi dengan pendingin ruangan. Gratis pula!
nah, asyik kan. hanya saja pada penyelenggaraan kemarin itu, ada kendaraan yang benar-benar bebas melenggang memasuki kawasan yang dimaksudkan untuk mengurangi polusi di jakarta. ah, saya tidak mengerti soal peraturan yang bisa diatur-atur semaunya seperti para pengendara sepeda motor yang suka menganggap lampu merah tidak ada atau tidak perlu menggunakan helm karena pergi ke pengajian.

oh, ya, ada yang namanya world car free network, hbkb di jakarta bagiannya bukan ya? (foto dipinjam dari sini).

Posted by danu on Apr 24, '08 6:47 AM for everyone
pertanyaan: di mana bisa kirim-kirim-an kertas saat ujian nasional berlangsung? jawaban: di indonesia seperti terlihat dalam gambar yang direkam oleh kompas. bapak menteri pendidikan nasional boleh saja membantah. tapi kenyataan di lapangan macam ilustrasi di sini, sangat boleh jadi, bukanlah rekayasa. juga berita guru yang membantu siswanya juga bukan mengada-ada.

membantu jelas sebuah perbuatan mulia. tapi kalau membantu mengerjakan soal-soal ujian apakah namanya? apalagi yang membantu adalah para guru. duh, gusti... tadi pagi juga yang saya dengar di salah satu stasiun radio betapa pekerjaan mencontek menjadi sebuah kebanggaan. betapat tidak. para penelepon dengan gamblang dan bangga menceritakan siasat untuk mencontek. tidak tanggung-tanggung ini untuk satu kelas.

banyak cara untuk lulus. mulai dari yang wajar sampai yang tidak wajar (kalau tidak ingin dibilang kurang ajar). pilihan memang terpulang kepada masing-masing pribadi. apa iya ada ortu yang menyarankan anaknya untuk mencontek? mudah-mudahan tidak ada ya. kalaupun ada juga? bantu saya dong menjawabnya... (hak cipta foto ada pada kompas

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help